Akselerasi Cetak Sawah Rakyat 2026, Kementan dan Pemda Sultra Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan
KENDARI – Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Rapat Koordinasi Program Strategis Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 di Aula BRMP Sulawesi Tenggara, Selasa (20/10/2026). Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Dr. Anny Mulyani, Kepala BRMP Sultra, Kadistanak Prov. Sultra, Pengawas SID CSR, serta pihak-pihak terkait lainnya. Langkah kolaboratif ini difokuskan untuk memantau target dan realisasi program CSR secara periodik di berbagai lokasi potensial, seperti Kabupaten Konawe (810,61 ha), Kolaka Timur (707,19 ha), Muna Barat (453,65 ha), Buton Utara (269,74 ha), dan Kolaka (71 ha) demi memperluas areal persawahan produktif di Sultra.
Tak hanya mengejar capaian fisik—seperti Kolaka Timur yang telah merealisasikan 465,13 hektare—koordinasi ini juga menekankan pengawasan ketat terhadap kesiapan lahan, kondisi teknis lapangan, hingga akuntabilitas administrasi. Pemutakhiran data secara berkala dan pemantauan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan setiap jengkal lahan yang dicetak benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani lokal. Melalui sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pelaksana di lapangan, program strategis CSR TA 2026 optimistis mampu melipatgandakan produksi padi daerah sekaligus mengukuhkan Sultra sebagai salah satu lumbung pangan andalan nasional.