BRMP Sultra Lakukan Identifikasi ESF Program ICARE di Kolaka Timur
Kolaka Timur (16/10/2025) – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan implementasi Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) berjalan efektif dan berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Identifikasi Potensi Risiko dan Dampak Lingkungan dan Sosial (ESF/Environmental and Social Framework) di Kabupaten Kolaka Timur yang dilaksanakan oleh Tim ESF BRMP Sultra. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan setiap aktivitas program sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, serta meminimalisir potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah pelaksanaan.
Kegiatan identifikasi ESF ICARE Sulawesi Tenggara ini berlangsung intensif selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 13-16 Oktober 2025, di dua kecamatan, yakni Lambandia dan Aere. Tim ESF berfokus pada Koperasi penerima manfaat Program Operation Manual (POM) Matching Grant (MC) tahun 2025, antara lain Koperasi Produsen Tani Lekma Mokupa, Koperasi LEM Sejahtera, dan Koperasi Tinete Mandiri Sejahtera, yang memiliki beragam kegiatan usaha mulai dari sarana produksi pertanian (saprotan), pengolahan nibs kakao, hingga produksi sapi potong. Selain itu, identifikasi juga dilakukan pada lembaga penerima POM Competitive Grant (CG) yang melibatkan BRMP Perkebunan, BRMP TRI, BRMP Ruminansia, dan Universitas Halu Oleo (UHO) yang beraktivitas di tiga koperasi tersebut.
Fokus utama identifikasi ESF di lapangan meliputi penanganan dan penyimpanan saprotan, pengelolaan limbah ternak, pengelolaan sampah anorganik (pupuk, pestisida, herbisida), serta pemanfaatan lahan untuk usaha rumah benih kakao. Kegiatan ini merujuk pada Environmental and Social Standards (ESS) internasional, mencakup aspek lingkungan, K3, ketenagakerjaan, inklusi, dan keterlibatan stakeholder.
Melalui penerapan ESF, BRMP Sultra berupaya memastikan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mewujudkan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat di Kolaka Timur.