Distanak Sultra Gelar Rakor Program Cetak Sawah Rakyat 2025
Kendari – Distanak Sultra menggelar rapat koordinasi untuk membahas program cetak sawah rakyat tahun anggaran 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan rencana kerja, memastikan target yang optimal, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di berbagai wilayah.
Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Komandan Korem 143/Haluoleo, Direktur Penyediaan Lahan Ditjen LIP Kementan RI, dan Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara. Selain itu, hadir pula jajaran Komandan Distrik Militer (Kodim) dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan dari berbagai kabupaten di Sultra.
Dalam rapat, dibahas secara mendalam mengenai target luasan lahan, ketersediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta strategi pendampingan bagi kelompok tani. Diskusi juga menyentuh aspek modernisasi pertanian, termasuk penggunaan teknologi dan inovasi untuk memaksimalkan produktivitas lahan sawah yang baru dibuka.
Pentingnya percepatan tanam menjadi salah satu fokus utama dalam rakor ini. Untuk itu, para peserta menekankan pentingnya penyelesaian Survey Investigasi Desain (SID) dan penandatanganan kontrak konstruksi agar proses pembukaan lahan dapat segera dimulai sesuai jadwal. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program dan memastikan petani dapat memulai masa tanam tanpa hambatan berarti.
Kepala BRMP Sulawesi Tenggara, Budi Darma Putra, menyambut baik inisiatif rapat koordinasi ini. "Rakor ini sebagai langkah penting untuk menyatukan visi dan misi seluruh pihak yang terlibat. BRMP Sultra siap mendukung penuh program cetak sawah rakyat 2025 dengan menyediakan teknologi pertanian terkini," ujarnya.
Kerja sama dengan Distanak dan instansi lainnya diharapkan dapat mempercepat pencapaian target cetak sawah, sekaligus memastikan hasil panen yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara.