Dorong Optimalisasi LTT, BRMP Sultra Dampingi Percepatan Tanam Padi di Konsel
Konawe Selatan_Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara melaksanakan pendampingan dan koordinasi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Konawe Selatan, 24 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam menjamin ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi terutama dalam mendukung swasembada pangan.
Konawe Selatan sebagai salah satu penyumbang LTT padi yang cukup luas sehingga memegang peranan penting dalam menyukseskan target tanam padi reguler maupun padi gogo. Dalam kunjungan tersebut, tim BRMP Sultra mengawal secara langsung realisasi LTT musim tanam Juli, mengidentifikasi kendala teknis, serta mendorong konsolidasi program CSR dan Brigade Pangan di wilayah Kecamatan Lalembu, Andoolo, Mowila, dan Basala.
Koordinasi dilakukan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan. Diperoleh data capaian LTT per 22 Juli 2025 sebesar 6.134,90 ha dari target 7.000 ha. Hal ini memerlukan percepatan dan pelibatan aktif penyuluh serta dukungan infrastruktur untuk memastikan kelancaran tanam.
Dalam diskusi di BPP Kecamatan Lalembu, terungkap sejumlah kendala seperti sumber pengairan sawah di Desa Masagena, perlunya rehabilitasi irigasi di Lantari Indah, serta rencana cetak sawah yang berpotensi memicu konflik pasca cetak sawah terkait penggunaan air antar desa. Selain itu, usulan pengadaan embung dan dukungan pompanisasi menjadi catatan penting dalam mendorong produktivitas di lahan tadah hujan.
Kepala BRMP Sultra selaku Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai penggerak utama percepatan tanam dan pelaporan data. Kedepan, perlu dilakukan pelatihan pemetaan lahan digital, penguatan kapasitas SDM, serta akurasi input data menjadi strategi utama dalam menyukseskan program nasional ini.
Sebagai penutup, tim BRMP mengusulkan intervensi percepatan melalui penguatan Alsintan, dukungan program CSR, dan penguatan koordinasi antar stakeholder di lapangan.