Panen Padi Inpari 32 Penutup Demfarm Model PM AAS: Hasilnya Menggembirakan Saat Kemarau Panjang
Tirawuta, 02 Oktober 2026. Bertempat di lahan demfarm PM AAS Desa Tumbu Dadio, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, tim BPS Kab. Kolaka Timur telah melaksanakan pengambilan sampel ubinan padi varietas Inpari 32.
Kegiatan ini turut disaksikan oleh tim BRMP Sultra, ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pengambilan sampel ubinan sebelumnya pada varietas Mekongga dan HIPA 21 di lokasi demfarm PM AAS. Pengambilan sampel ubinan ini menggunakan metode terstandar dari BPS yang juga berlaku dalam pengambilan ubinan tanaman padi.
Pada hari yang sama, setelah pengambilan ubinan maka dilanjutkan panen padi menggunakan alat mesin panen combine harvester. Hasil ubinan padi varietas Inpari 32 yang telah dirilis BPS Kolaka Timur yaitu 10,93 ton GKP per hektar, yang memberi makna hasil kegiatan mencapai target di atas 10 ton per hektar).
Capaian ini disambut dengan rasa kebahagian dari kelompok tani Mapparanru, mengingat lokasi ini seringkali mengalami kendala saat penanaman yaitu banjir berkepanjangan sehingga waktu tanam mengalami keterlambatan dibandingkan poktan lainnya. Bahkan beberapa tahun terakhir, para petani di poktan tersebut sampai harus menanam berkali-kali akibat dampak banjir yang terjadi berulang-ulang hampir setiap musim tanam April-September (ASEP).
Tantangan berikutnya sebagai dampak dari terlambat tanam, maka beberapa lahan mendapatkan air terbatas dari kebutuhan air tanaman padi seharusnya, sebagai akibat musim kemarau panjang sampai saat ini. Namun kali ini, rasa syukur petani menjadi semakin lengkap karena capaian hasil panen yang selama ini rata-rata 4-6 ton per hektar, namun kali ini bisa meningkat dua kali lipat sebagai akibat penerapan model PM AAS sesuai Juknis.
Para petani menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian melalui BRMP Sultra dan para PPL serta mitra stakeholder yang telah bekerja keras dalam membantu dan membimbing petani dalam penerapan model pertanian modern ini sehingga hasil panen bisa meningkat.