Pelatihan ICARE di Sultra: Dorong Integrasi Kakao dan Sapi untuk Petani
KENDARI — Senin, 8 September 2025, Balai Perbenihan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sultra menggelar Pelatihan Tenaga Site Manager dan Site Fasilitator untuk program ICARE. Acara yang berlangsung di Aula BRMP Sultra ini bertujuan membekali para pendamping lapangan agar mampu mengintegrasikan budi daya kakao dan sapi potong.
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala BRMP Sultra yang menjelaskan bahwa program ICARE Sultra berfokus pada pekerjaan fisik di demplot untuk menjadi media pembelajaran nyata bagi petani. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam mengelola pertanian secara terpadu.
Sesi pelatihan diisi oleh sejumlah narasumber dari instansi terkait. Kadistanak Provinsi Sultra, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., menekankan pentingnya inovasi teknologi. Ia berpesan agar para fasilitator dapat mengedukasi petani untuk mengolah feses sapi menjadi pupuk organik terfermentasi, sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan pH tanah yang rendah.
Senada, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, memaparkan kebijakan pembangunan perkebunan dan berbagai tantangan serta peluang yang ada di Sulawesi Tenggara. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara program pemerintah dan ICARE untuk menciptakan komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.
Selain itu, Rasdianah, S.Pt., M.Si. dari Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sultra juga memberikan materi tentang kepemimpinan, manajerial, dan komunikasi. Sesi ini bertujuan membekali para pendamping agar dapat memotivasi dan membimbing petani secara efektif.
Kemudian materi dilanjutkan oleh praktisi atau pelaku peternakan ohandi yang menjelsakan secara teknis tentang penggemukan sapi potong secara moderen dan memberikan hasil yang baik.
Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga pendamping yang berdedikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang memadai, sehingga tujuan program ICARE untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara dapat tercapai.