BRMP Sultra Kawal Manajemen Risiko Produksi Benih Padi 2026 di Bogor
Bogor, 07 Mei 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara menghadiri agenda krusial "Pengawalan Manajemen Risiko Produksi Benih Sumber Padi Lingkup BRMP Tahun 2026" di Aula Ir. Sadikin Sumintawikarta. Dalam arahannya, Sekretaris Badan Modernisasi Pertanian, Dr. Husnain, menekankan pentingnya sinkronisasi data kebutuhan benih antara BRMP dan Dirjen Tanaman pangan guna memastikan ketepatan jumlah, waktu, kelas, dan varietas. Langkah ini mendukung rencana besar produksi padi nasional seluas 16.863.032 hektar sesuai SK No. 229 Tahun 2026, dengan target produksi benih sumber yang ambisius, yakni 38 ton Benih Penjenis (BS), 540 ton Benih Dasar (FS), dan 1.991 ton Benih Pokok (SS).
Pertemuan ini juga menyoroti strategi pemenuhan total kebutuhan benih nasional tahun 2026 sebesar 93.987 ton melalui pengoptimalan penangkaran benih bersertifikat di tingkat lokal (in situ). BRMP didorong untuk mampu melakukan sertifikasi benih secara mandiri agar tidak bergantung sepenuhnya pada BPSB, sekaligus memperkuat sistem perbenihan dari hulu ke hilir. Selain itu, dibahas pula mitigasi risiko terhadap 339 ton benih kedaluwarsa yang akan dialihkan untuk pakan ternak atau konsumsi. Dengan pengawalan manajemen risiko ini, BRMP Sultra berkomitmen mewujudkan enam sasaran utama perbenihan: tepat varietas, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, dan tepat mutu demi menjamin produktivitas pangan nasional.